IndeksSelamat DatangPendaftaranLogin
Forum
Similar topics
  • » Mengenal Sekring Mobil (Si Kecil Yang Sensitif)
  • » Cara Cepat Membuat Blog Terdeteksi Mesin Pencari Google!
  • » 5 Komponen Mesin yang Sering Bermasalah
  • » Produksi Pelumas Alami Wanita
  • » Mengenal Katarak
  • » Mengenal Huruf Braille
  • » Mengenal ARPANET (Advanced Research Project Agency Network)
  • » Budaya PUNK
  • » Mengenal Ikan belida
  • » Sajak Bisu untuk Cinta
  • August 2014
    MonTueWedThuFriSatSun
        123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
    CalendarCalendar
    Clock
    Share | 
     

      Mengenal Oli (Pelumas) Mesin Diesel

    Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
    PengirimMessage
    GM_leopart
    VIP
    VIP


    Jumlah posting: 70
    Join date: 24.10.10
    Age: 21
    Lokasi: PADANG

    PostSubyek: Mengenal Oli (Pelumas) Mesin Diesel   Mon Oct 25, 2010 9:57 am

    Oli yang digunakan untuk mesin diesel, karakteristiknya berbeda dengan mesin bensin. Penyebabnya, cara mesin yang berbeda. Mesin diesel disebut juga mesin pembakaran yang dipicu oleh kompresi atau bahasa kerennnya CI (compression ignition).

    Pada mesin ini, udara dimampatkan atau dikompresi dengan tekanan sangat tinggi sehingga suhu naik sampai mencapai titik bakar diesel atau solar. Karena itulah, perbandingan kompresi mesin diesel tinggi. Paling rendah saat ini 16: 1. Sedangkan yang efisien bisa sampai 20:1. Bandingkan dengan mesin diesel, paling tinggi 12: 1. Untuk yang terakhir dibutuhkan bahan bakar dengan persyaratan khusus.
    Di samping itu, pada mesin diesel, bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. Pada mesin bensin bahan bakar disemprotkan langsung ke ruang bakar pada mesin mutakhir. Sebelumnya, dikabutkan oleh karburator dan disemprotkan oleh injektor pada lubang isapGetaran yang terjadi pada mesin diesel juga lebih tinggi. Begitu juga suhunya. Faktor-faktor tersebutlah yang ikut mempengaruhi kinerja pelumasnya.

    Teknologi Diesel
    Teknologi mesin diesel mempengaruhi oli atau pelumas yang digunakannya. Tahap perkembangan teknologi mesin diesel sebagai berikut, sistem injeksi tidak langsung (indirect injection) yang sekarang sudah banyak ditinggalkan, injeksi langsung (direct injection) dan yang mutakhir adalah “common rail” (juga injeksi langsung).Dengan teknologi baru, kinerja mesin, selain makin efisien, performaa juga mendekat mesin bensin. Getaran dan suara yang ditimbulkan makin halus. Start dingin lebih mudah dan tak perlu lagi pemanasan yang lama.Keunggulannya, emisi gas beracun, yaitu karbondioksida (CO2), lebih rendah dibandingkan mesin bensin. Hanya asap yang lebih banyak namun kini sudah dapat ditekan. Hasilnya, penggunaan mesin diesel makin populer dan terus berkembang dengan pesat.Di Indonesia, saat ini, kendaraan kecil dan kompak yang menggunakan mesin diesel common rail adalah Hyundai i2 dan Ford Focu. Jenis kendaraan paling banyak menggunakan mesin diesel adalah Sport Utility Vehicle ( Fortuner, Mitusbishi Pajero), dan Pick Up Double Cap (Isuzu D-Max, Mitsubishi Strada, Toyota Hilux, Ford Ranger). Kijang Innova salah satu mobil terlaris di Indonesia juga ada versi dieselnya.Kendaraan dengan mesin diesel non-common rail masih banyak digunakan di Indonesia. Antara lain Isuzu Panther, Toyota Kijang lama, Mitsubishi Kuda dan sebagainya.
    Klasifikasi Oli Diesel
    Nah, berkenaan dengan pemeliharaan, terutama oli yang akan digunakan untuk mesin-mesin diesel tersebut, sangat penting mengetahui rekomendasi dari pabrik mobil atau mesinnya. Dengan demikian penggunaanya tepat sasaran dengan nilai ekonomi yang tinggi.Jangan menggunakan oli versi mutakhir dengan kualitas lebih baik pada mesin lama. Selain harganya mahal, juga akan menimbulkan gangguan pada mesin. Pasalnya, sebagian kompononen mesin lama direkayasa dengan spesifikasi oli atau pelumas lama.
    Selain klasifikasi API Service (CD, CG, CF-4 dan seterusnya), juga standar lain, yaitu SAE atau viskositas.Kendati demikian, juga oli yag bisa digunakan baik untuk mesin diesel maupun bensin. Mislanya, bila produsen mencantumkan klasifikasi API Service sseperti SG/CD.Selain, API, juga ada standar lain, yaitu ACEA dari Eropa yang justru perkembangan teknologi mesin diesel lebih maju dibandingkan dengan Amerika Serikat.

    Mengenal Sistem Injeksi Mesin Bensin.



    Enlarge this imageReduce this image Click to see fullsize


    Enlarge this imageReduce this image Click to see fullsize


    Enlarge this imageReduce this image Click to see fullsize

    Seluruh mobil terbaru yang diproduksi dan dijual sekarang ini di Indonesia sudah menggunakan teknologi injeksi untuk pasokan bahan bakarnya. Teknologi lama, yaitu karburasi (alatnya disebut karburator) sudah digusur. Kalau pun ada mobil yang masih menggunakan karburator, adalah sisa peninggalan waktu yang telah berlalu.
    Injeksi lahir, sesuai dengan tutuntan zaman. Untuk menjaga lingkungan makin bersih dan konsumsi bahan bakar juga bisa makin irit. Sistem injeksi berkembang secara bertahap. Umurnya pun sudah mencapai 40 tahun.Mulanya pada 1967an, Bosch yang bekerjasama dengan Mercedes-Benz memproduksi mobil dengan sistem injeksi mekanis untuk mesin berbahan bakar bensin. Pada awal 1980-an, dengan berkembangnya teknologi komputer, sistem injeksi bensin juga mengalami perubahan. Kerjanya tidak lagi secara mekanis, tetapi elektromekanis. Sistem injeksi dilengkapi dengan komputer yang merupakan ‘otak’ untuk mengatur kerjanya.

    MPI & GDI
    Sistem injeksi yang banyak digunakan sekarang merupakan masa transisi ke yang terbaru. Pada sebagian besar mesin mobil sekarang, injektornya berada di mulut masuk ruang bakar mesin atau dekat dengan katup isap. Alhasil, setiap silinder menggunakan satu injektor. Karena itu pula produsen menyebut sistem injeksi dengan multipoint injection (MPI). Sebelumnya 1980-an), juga ada yang disebut Throttle Body Injection, injektor yang digunakan satu dan dipasang di tempat yang biasanya dihuni oleh karburator.Injeksi terbaru adalah GDI, gasoline direct injection. Sistem ini juga sudah digunakan pada beberapa merek tertentu di Indonesia yang dimasukkan secara CBU. Pada GDI, nosel injektor berada di dalam ruang bakar. Dengan cara ini bahan bakar langsung disemprotkan ke ruang bakar. Metode ini sama dengan yang digunakan pada mesin diesel masa kini (direct injection).


    Sensor-sensorDengan sistem injeksi, kerja mesin jauh lebih efisien karena tidak banyak lagi menggunakan komponen mekanis untuk mengontrol kerja mesin dan pasokan bahan bakar. Perawatan juga lebih gampang! Namun untuk menangani perawatan dan gangguan, dibutuhkan mekanik dengan kemampuan berpikir lebih baik. Pasalnya, komputer yang digunakan mengatur kerja sistem injeksi dan juga sistem pengapian, punya kaitan atau tali-temali dengan komponen dan bagian lain dari mesin.Dengan sistem injeksi yang dikontrol secara elektronik, mesin mampu beradaptasi untuk bekerja secara efisien dan efektif sesuai dengan kondisi lingkungan. Misalnya, berdasarkan perubahan suhu, kelembaban udara, ketinggian tempat, beban mesin atau kendaraan, kecepatan, jenis bahan bakar dan sebagainya. Untuk ini, sistem dilengkapi alat pengindera atau sensor-sensor plus saklar yang selanjutnya mengirimkan informasi ke otak mesin yang disebut Engine Control Module (ECM) atau Engine Control Unit (ECU). ZULRossi Terus Bikin Kejutan!

    Motivasi sang juara dunia, Valentino Rossi, membuat manajer tim Davide Brivio kagum. Dan sampai detik ini, The Doctor tak henti-hentinya memberi dia kejutan.
    Kembali Ke Atas Go down
     

    Mengenal Oli (Pelumas) Mesin Diesel

    Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
    Halaman 1 dari 1

     Similar topics

    -
    » Mesin-mesin Kreatif Jepang
    » Search Engine : Mesin Pencari
    » Memilih Mesin Cuci sesuai Kebutuhan
    » Mengenal Bra
    » 5 Komponen Mesin yang Sering Bermasalah

    Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
     ::  :: -